DevOps

Tugas Akhir Mata Kuliah Sistem Operasi: Install CentOS 7, Konfigurasi Web Server, dan Migrasi VM ke Cloud

admin
admin

8 Okt 2026 • 6 min baca

Tugas Akhir Mata Kuliah Sistem Operasi: Install CentOS 7, Konfigurasi Web Server, dan Migrasi VM ke Cloud

Pada 2023, ketika masih kuliah Sistem Informasi, saya mengerjakan tugas akhir mata kuliah Sistem Operasi yang cukup berkesan: memasang CentOS 7, mengonfigurasi web server, lalu memindahkan virtual machine ke cloud.

Dokumentasi tugas Sistem Operasi yang saya kerjakan saat masih kuliah.

Tugas kuliah yang mengubah cara saya melihat server

Sebelumnya, web server bagi saya hanya terdengar seperti komponen yang membuat website bisa dibuka melalui browser. Setelah mengerjakan tugas ini, saya mulai memahami bahwa di balik sebuah halaman web ada banyak lapisan: mesin virtual, sistem operasi, jaringan, web server, PHP, database, firewall, source code, dan konfigurasi aplikasi.

Materi yang saya gunakan waktu itu berupa paper, presentasi, dan video dokumentasi. Walaupun beberapa langkahnya sudah lama dan CentOS 7 kini tidak lagi menjadi pilihan baru untuk instalasi produksi, pengalaman tersebut tetap penting karena memperkenalkan alur kerja server secara menyeluruh.

Membuat virtual machine di VMware ESXi

Langkah pertama adalah membuat virtual machine di VMware ESXi. Saya harus menentukan nama VM, storage, CPU, RAM, hard disk, network, dan media boot berupa ISO CentOS 7. Dari sini saya belajar bahwa instalasi sistem operasi server tidak dimulai dari layar instalasi saja, tetapi dari perencanaan resource.

Kesalahan kecil pada alokasi resource atau pemilihan datastore dapat membuat proses berikutnya ikut bermasalah. Karena itu, sebelum menekan tombol finish, kami memeriksa kembali konfigurasi virtual machine dan memastikan ISO sudah tersedia di datastore.

Installasi CentOS 7 dan konfigurasi awal

Setelah VM dibuat, kami menjalankan instalasi CentOS 7. Konfigurasinya mencakup bahasa, zona waktu, storage, software selection, password root, dan user administrator. Saya memilih lingkungan desktop agar proses dokumentasi lebih mudah dilihat, meskipun pada server produksi biasanya instalasi minimal tanpa GUI lebih umum digunakan.

Bagian yang paling saya ingat adalah proses membuat user administrator dan memahami perbedaan akses user biasa dengan root. Saat itu saya mulai belajar bahwa akses penuh memang memudahkan konfigurasi, tetapi juga harus digunakan dengan hati-hati karena satu perintah yang salah dapat mengubah sistem secara keseluruhan.

Mengatur IP statis dan menguji koneksi

Setelah CentOS aktif, kami mengatur IP statis melalui pengaturan jaringan. Address, netmask, gateway, dan DNS harus diisi sesuai jaringan yang digunakan. Pengujian dilakukan dari terminal dengan melakukan ping ke DNS publik.

Dari bagian ini saya belajar membedakan masalah aplikasi dan masalah jaringan. Jika ping gagal, tidak ada gunanya langsung menyalahkan Apache atau PHP. Pemeriksaan harus dimulai dari koneksi, gateway, DNS, firewall, lalu naik ke service aplikasi.

Menyiapkan komponen web server

Web server yang kami siapkan terdiri dari Apache, PHP, MySQL, phpMyAdmin, dan Git. Komponen tersebut menjadi fondasi untuk menjalankan aplikasi penjualan berbasis web yang digunakan dalam tugas.

  • Apache menerima request dari browser dan menyajikan aplikasi.
  • PHP menjalankan logika aplikasi.
  • MySQL menyimpan data transaksi.
  • phpMyAdmin membantu mengelola database melalui antarmuka web.
  • Git digunakan untuk mengambil source code aplikasi ke server.

Salah satu pelajaran pentingnya adalah setiap komponen memiliki service dan konfigurasi sendiri. Menginstal paket belum berarti aplikasi siap dipakai. Service harus dijalankan, firewall harus dikonfigurasi, dan koneksi antar-komponen harus diuji.

Mengakses server melalui SSH

Untuk konfigurasi melalui command line, saya menggunakan SSH dari komputer lain. Pada tahap ini saya mulai terbiasa dengan perpindahan direktori, pembuatan folder, pengeditan file konfigurasi, pengelolaan service, dan pemeriksaan log.

Pengalaman menggunakan SSH membuat saya sadar bahwa server tidak selalu dikelola melalui tampilan grafis. Justru banyak pekerjaan penting dilakukan lewat terminal karena lebih cepat, dapat diulang, dan mudah didokumentasikan.

Deploy aplikasi penjualan dari Git

Setelah kebutuhan server tersedia, source code aplikasi penjualan diambil menggunakan Git dan ditempatkan di direktori web. Database kemudian dibuat dan diimpor, lalu konfigurasi koneksi pada aplikasi disesuaikan dengan database yang ada di CentOS.

Di sini saya belajar bahwa deploy bukan hanya menyalin file aplikasi. Source code, database, konfigurasi koneksi, permission folder, web server, dan firewall harus saling sesuai. Jika salah satu bagian tidak cocok, aplikasi dapat menampilkan error meskipun file programnya sudah berhasil dipindahkan.

Migrasi virtual machine ke cloud

Bagian terakhir adalah memindahkan VM yang sudah dikonfigurasi dari VMware ESXi ke Huawei Cloud. Image virtual machine dalam format VMDK disiapkan, kemudian diunggah ke Object Storage Service. Setelah itu image diproses melalui Image Management Service agar dapat digunakan sebagai image cloud server.

Proses ini memperlihatkan perbedaan antara menjalankan sistem di lingkungan lokal dan cloud. Di lokal, kami mengatur hypervisor dan datastore. Di cloud, kami mulai berhadapan dengan object storage, image service, region, storage class, dan resource virtual yang disediakan provider.

Hal yang paling sulit saat mengerjakan tugas

  • Memahami hubungan antara VMware ESXi, virtual machine, storage, dan ISO.
  • Menentukan apakah masalah berasal dari jaringan, firewall, service, atau konfigurasi aplikasi.
  • Mengikuti tutorial command line sambil memahami fungsi setiap perintah.
  • Memastikan database dan aplikasi menggunakan konfigurasi koneksi yang sama.
  • Memahami proses konversi image VM lokal agar bisa digunakan di cloud.

Kesulitan terbesar bukan mengetik perintahnya, melainkan memahami akibat dari setiap langkah. Ketika hanya menyalin perintah tanpa mengerti konteks, sedikit perbedaan path, versi paket, atau konfigurasi jaringan bisa membuat proses berhenti.

Pelajaran yang saya bawa sampai sekarang

Tugas ini menjadi salah satu pengalaman kuliah yang membantu saya memahami pekerjaan teknis secara lebih utuh. Saya belajar bahwa sistem informasi tidak hanya tentang membuat tampilan atau menulis kode aplikasi. Aplikasi juga perlu lingkungan untuk berjalan, data untuk disimpan, jaringan untuk diakses, dan proses deployment yang teratur.

Saya juga belajar pentingnya dokumentasi. Paper, slide presentasi, dan video yang dibuat saat itu membantu saya mengingat bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga proses ketika harus mencari penyebab error dan mengulang konfigurasi.

Catatan untuk mahasiswa yang mendapat tugas serupa

Jangan langsung mengejar agar aplikasi terlihat berhasil. Buatlah checklist kecil: VM aktif, CentOS terpasang, IP dapat digunakan, koneksi internet berhasil, Apache aktif, PHP terbaca, database dapat diakses, source code tersedia, lalu aplikasi diuji dari browser.

Gunakan versi software yang masih didukung jika mengerjakan proyek baru. CentOS 7 dan beberapa repository lama dalam dokumentasi ini adalah bagian dari pengalaman saya saat kuliah, bukan rekomendasi instalasi produksi saat ini. Untuk belajar konsepnya, materi ini masih berguna, tetapi untuk praktik baru pilih distribusi dan paket yang mendapatkan pembaruan keamanan.

Dokumen Referensi Tugas

Kalau kamu sedang membutuhkan referensi tugas Sistem Operasi, berikut paper dan slide presentasi yang saya gunakan. Dokumen ini memuat langkah instalasi CentOS 7, konfigurasi web server, deployment aplikasi penjualan, dan migrasi virtual machine ke cloud.

Preview paper Sistem Operasi

Paper berisi dokumentasi tertulis dan screenshot langkah-langkah pengerjaan.

Preview paper Sistem Operasi: Install, Konfigurasi Web Server di CentOS 7 dan Migrasi VM ke Cloud.

Buka atau unduh paper Sistem Operasi

Preview slide presentasi

Slide presentasi merangkum latar belakang CentOS, kebutuhan web server, hypervisor, proses instalasi, dan migrasi cloud.

Preview slide presentasi tugas Sistem Operasi.

Buka slide presentasi atau unduh slide dalam format PowerPoint.

Dokumen ini dibuat sebagai arsip pengalaman perkuliahan. Untuk praktik baru, sesuaikan versi sistem operasi, repository, dan layanan cloud karena beberapa software dalam tugas ini sudah tidak lagi menjadi pilihan utama untuk deployment produksi.

Penutup

Itulah pengalaman saya mengerjakan tugas Sistem Operasi saat masih kuliah: mulai dari membuat virtual machine di VMware ESXi, memasang CentOS 7, menyiapkan web server, mengambil aplikasi penjualan, sampai memigrasikan VM ke cloud. Tugas tersebut awalnya terasa seperti rangkaian instruksi yang panjang, tetapi setelah selesai saya memahami bahwa setiap langkah membentuk satu alur deployment yang utuh.

Kalau kamu sedang mengerjakan tugas serupa, fokuslah memahami alurnya. Dokumentasikan konfigurasi, catat error, dan jangan menyimpan password, token Git, atau credential cloud di paper maupun repository.

Artikel Terkait

(3)

Komentar

(0)

Komentar Anda akan dimoderasi.

Memuat komentar...